Aku mencintaimu apa adanya.

Sepasang suami istri sedang makan malam, sang istri membuka pembicaraan.
Istri : “Suamiku sayang, bolehkah aku usul ???”
Suami : “Boleh istriku sayang, silahkan !!! ”.
Istri : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong… agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. Bagaimana sayang” ???
Suami : “Baik istriku…”
Sambil tersenyum manis Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.
Tiga Puluh menit kemudian…
Istri : “Sayang saya sudah selesai menulisnya… apakah engkau juga sudah??? ”
Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.
Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.
Suami : “Iya sayang!!! ” Sambil kecup istri.
Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur”
Suami langsung membuka kertas & membacanya.
Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.
Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar dengan raut muka masam,
Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya ???”
Suami : “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir
Istri : “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu…”
Suami : “Istriku tercinta, tahukah engkau … aku mencintaimu apa adanya… Shg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu DIA menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku… aku mencintaimu karena DIA memilihmu sebagai pendampingku”.
Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri, Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.
Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah *EGOIS* saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta *maaf duluan jika melakukan kesalahan*, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.
Mari kita cintai pasangan kita *_apa adanya_* Dan BUKAN *_ada apanya_*
*Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna*…
“JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK” !
Semoga bermanfaat.🙏

disadur dari laman: https://www.facebook.com/HajiBaliPranowo?fref=nf&pnref=story

MENUA BERSAMAMU

mamah

MENUA BERSAMAMU
By: satria hadi lubis

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Aku yang lemah dan banyak khilaf ini
Aku yang egois dan tak sabar untuk memahamimu
Aku yg hanya satu dari seribu manusia yg bisa engkau pilih untuk menjadi pasanganmu

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Engkau yang baik dan pengertian
Engkau yang dalam doa diammu dan dalam teriak sayangmu hanya ingin agar aku bahagia
Engkau yang dalamnya lautanpun tak dapat mengalahkan dalamnya lautan cintamu kepadaku.

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku

Walau sering tidak terucap.
Namun tatapan mata kita.. sentuhan raga kita..
Berkata jujur tentang cinta di antara kita.
Canda dan serius kita dilumuri oleh rasa syukur karena saling sayang di antara kita.
Bahkan benci dan marahan kita pun tak dapat mengalahkan rindu dan kangen kita.

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku.

Bersama tubuh ringkih ini
Bersama wajah yg makin keriput ini
Bersama masa lalu yg penuh suka dan duka
Bersama masa depan yg akan menunggu ajal

Terima kasih kekasih karena engkau tetap mau di sisiku
Menghabiskan asa yg tersisa
Meniti jalan ke surga
Meninggalkan warisan generasi sholih

Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku.
Semoga Tuhan sang pemilik cinta memberi karunia cinta ini sepanjang jaman.

Sekali lagi..
Terima kasih kekasih karena engkau mau menua bersamaku.